Devil Crab

Devil Crab Jadi Kepiting Beracun Yang Menewaskan Vlogger Filipina

Devil Crab Jadi Kepiting Beracun Yang Menewaskan Vlogger Filipina Sehingga Sangat Penting Edukasi Satwa Berbahaya. Pada awal Februari 2026, dunia kuliner dan media sosial Filipina di kejutkan oleh insiden tragis. Yang menewaskan seorang vlogger makanan bernama Emma Amit, berusia 51 tahun. Emma dan teman-temannya memutuskan untuk membuat konten video dengan menangkap, memasak. Dan mengonsumsi berbagai makanan laut dari kawasan hutan bakau di Puerto Princesa, Palawan.

Mereka merekam aktivitas memanen kerang dan kepiting untuk ditampilkan dalam konten online. Namun tanpa di sadari, salah satu kepiting yang di konsumsi adalah Devil Crab atau Zosimus aeneus. Spesies yang di kenal sangat beracun dan hidup di terumbu karang Indo-Pasifik. Kepiting ini mengandung racun kuat seperti tetrodotoxin dan saxitoxin, yang tidak hilang meskipun di masak karena tahan panas. Sehingga tetap mematikan bagi manusia yang mengonsumsinya.

Setelah makan, Emma mulai menunjukkan gejala keracunan serius. Termasuk muntah-muntah, kesemutan di bibir dan anggota tubuh, kelemahan otot, hingga kejang. Teman yang ikut mengonsumsi kepiting itu juga merasakan gejala serupa. Kondisi Emma memburuk dalam beberapa jam dan meskipun sempat di bawa ke rumah sakit. Nyawanya tidak tertolong dan ia meninggal dua hari kemudian. Kejadian ini memicu kepanikan karena memperlihatkan betapa berbahayanya mengonsumsi makanan laut liar tanpa pengetahuan yang cukup. Cangkang kepiting berwarna cerah yang di temukan di rumah korban menguatkan dugaan. Bahwa kepiting ini adalah penyebab kematian.

Insiden ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang tinggal di wilayah pesisir. Untuk lebih berhati-hati saat mengumpulkan dan mengonsumsi seafood liar. Otoritas seperti Bureau of Fisheries and Aquatic Resources mengingatkan. Bahwa kepiting ini mudah tertukar dengan kepiting biasa dan keracunannya bisa memicu kematian. Tragedi ini bukan pertama kalinya terjadi, tetapi menjadi pengingat kuat bahwa bahaya bisa muncul dari makanan yang tampak biasa namun beracun.

Devil Crab Sering Di Remehkan

Devil Crab Sering Di Remehkan karena bentuknya yang relatif kecil dan penampilannya mirip dengan kepiting biasa yang banyak di temukan di pesisir atau terumbu karang. Banyak orang, terutama wisatawan atau penggemar kuliner ekstrem, menganggapnya sebagai makanan laut yang aman untuk di konsumsi tanpa mengetahui bahayanya. Padahal, devil crab atau Zosimus aeneus merupakan salah satu spesies kepiting paling beracun di dunia. Racun yang di kandungnya, seperti tetrodotoxin dan saxitoxin, sangat kuat dan dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf, kejang, gangguan pernapasan, hingga kematian.

Fenomena di remehkan ini juga terjadi karena kepiting ini hidup di habitat yang tampak tidak berbahaya seperti pinggir pantai, terumbu karang dangkal, atau hutan bakau. Karena lingkungan hidupnya yang mudah di jangkau, banyak orang yang menganggapnya sama dengan kepiting lokal lainnya. Selain itu, warnanya yang cenderung cerah dan ukurannya yang kecil membuat orang berpikir bahwa spesies ini tidak berbahaya. Bahkan pengalaman beberapa orang yang memakannya tanpa efek serius menimbulkan kesan bahwa devil crab aman, padahal ini sangat bergantung pada dosis racun yang terkandung di setiap individu.

Kejadian tersebut menjadi peringatan keras bahwa meski tampak biasa, setiap kali hendak mengonsumsi makanan laut liar, pengetahuan tentang spesies dan potensi bahayanya mutlak di perlukan. Kesadaran ini penting untuk mencegah korban lain dari efek racun yang mematikan, sehingga devil crab tidak lagi di pandang sebelah mata. Dengan semua alasan tersebut, tidak mengherankan jika devil crab tetap menjadi salah satu spesies kepiting paling berbahaya di dunia yang sering di remehkan Devil Crab.